Friday, 25 April 2014

Kepemimpinan dalam Bisnis

26 April 2014
Tugas Menulis Sharing KMB Srikandi TDA Bekasi
Kepemimpinan dalam Bisnis

Pada hari kamis tanggal 24 April 2014 kemarin telah dilaksanakan sharing KMB Srikandi Bekasi yang ke 7. Materi yang dibahas dalam pertemuan ini adalah Kepemimpinan dalam Bisnis dengan pengisi materi Bapak Arys..
Sharing nya sangat menarik, mengingat pentingnya ilmu tersebut bagi para pemula usaha seperti kami, cocok sekali sebagai pembekalan ilmu dalam berbisnis untuk kami.

Pertama-tama beliau memaparkan mengenai apa itu definisi dari kepemimpinan.

  Menurut Colin Powell : Kepemimpinan adalah seni mencapai sesuatu yang lebih daripada apa yang diperkirakan mampu dicapai oleh ilmu management.
  Seorang pemimpin harus mampu melihat, membaca dan merealisasikan apa yang tidak bisa dicapai oleh ilmu management.
Bapak Arys mengumpamakan yaitu seorang pemimpin ibarat gelas yang kosong yang siap untuk menerima isi dari luar. Jadi seorang pemimpin harus terbuka membaca segala situasi dalam hal ini sebuah usaha atau seorang pemimpin dalam menjalankan usaha.
Pun dalam melihat setiap permasalahan yang dihadapi selalu punya beberapa sisi sudut pandang. Tidak ada kesalahan yang 100 persen salah dan kebenaran yang 100 persen benar.
Kurang lebih nya, hal-hal yang harus dibangun dari seorang pemimpin adalah :

1.    Terbuka dan terus belajar
Seorang pemimpin harus berpikiran terbuka dan mau mendengarkan dari siapa saja. Dengarkan apa yang dikatakan bukan siapa yang mengatakan. Mereka juga harus mau terus belajar untuk memperluas cakrawala, wawasan dan ilmu pengetahuan dan tidak boleh fanatic pada salah satu faham tertentu.

2.    Berorientasi pada pelayanan
Seorang pemimpin melihat hidupnya sebagai sebuah misi, bukan jenjang karir. Untuk itu penting bagi kita untuk mempunyai sebuah misi dalam usaha kita agar mudah dalam menentuka kemana arah dari langkah kita dan menghindari hal hal yang akan menjauhkan kita dari tujuan yang akan kita capai. Makanya kita sering diajarkan apa misi/goal anda dalam usaha yang anda jalankan.
Dalam hal ini juga kita perlu untuk mengesampingkan egoism egoism pribadi, menyangkut kepentingan lebih besar yang akan kita capai.

3.    Memancarkan energi positif
Pemimpin harus mempunyai sikap yang positif energi positif, riang atau ceria dan bergairah  atau bersemangat. Penting dalam hal ini adalah seorang pemimpin senatiasa harus bisa menata hati, mengesampingkan perasaan sedih, lelah ataupun marah. Sehingga pikiran tetap tenang dan selalu positif.
Pemimpin tidak boleh mengeluh kepada atao didepan anak buahnya. Ya tentu saja, karna seharusnya pemimpin adalah tempat mengadu keluhan-keluhan dan masalah anak-anak buahnya, bukan sebaliknya. Kalo pemimpin mengeluh pada anak buahnya, lalu anak buahnya akan mengadu pada siapa. Maka sebagai jalan keluar, seorang pemimpin bisa saja mengadu, mengeluh atau bertukar pikiran kepada sesame pempimpin lain yang sefaham sehingga bisa saling bertukar pandangan, berbagi pengalaman dalam masalah kepemimpinan. Hal ini tentu jauh lebih baik

4.    Mempercayai orang lain
Pemimpin harus percaya bahwa setiap orang punya potensi terpendam. Seorang pemimpin tidak mungkin akan bisa mengerjakan semua pekerjaan sendirian tanpa mempercayakan sebagian pekerjaannya kepada anak buahnya. Dalam hal ini adalah delegasi atau kepercayaan. Bagaimana seorang pemipin yang baik mampu mendelegasikan pekerjaannya kepada bawahannya dengan baik sehingga mendapatkan hasil akhir dari pekerjaan yang baik pula, dan tugas pemimpin itu sendiri hanya sebagai control dan mentor pekerjaan anak anak buanya. Tentu dalam hal ini tidak lepas dari kekurangan dan kelebihan dari masing masing bawahannya. Perlu juga di tambahkan adalah sikap mau menerima kekurangan orang lain dalam hal ini anak buah atau bawahan. Jadi lebih baik menggali potensi dari pada kelemahan orang lain.

5.    Hidup seimbang
Selalu melihat sesuatu dari 2 arah yang berbeda. Tidak fanatik terhadap sesuatu, dan selalu terukur dalam menilai sesuatu. Misalnya dalam melihat sebuah kesalahan atau permasalahan tidak lalu akan menjadi 100 persen benar dan 100 persen salah. Sehingga kita bisa mengambil langkah langkah penyelesaian yang baik dalam setiap permasalahan yang dihadapi

6.    Melihat hidup sebagai petualangan
Menikmati hidup. Kenyamanan hidup ditentukan dari dalam diri kita, bukan dari luar diri kita. Tidak cepat berpuas diri, karena harus bisa melihat setiap celah perbaikan yang harus dilakukan. Mana hal hal penting yang harus menjadi prioritas dalam usaha kita, dan mana hal hal yang bisa sedikit dikesampingkan dan kurang menjadi prioritas demi tercapainya tujuan.

7.    Sinergistik
Mampu bersinergi dengan keadaan dan apapun yang ada di sekitar kita. Punya prinsip komunikasi dan negosiasi dalam situasi apapun. Jadi seorang pemimpin harus supel, mudah bergaul, berkomunikasi yang baik dengan lingkungan baik bawahan, masyarakat maumpun customer apabila kita seorang pengusaha, agar setiah permasalahan bisa segera mendapat jalan keluar dengan komunikasi yang baik.

8.    Memperbaharui diri
Harus bisa bangkit dari keterpurukan, kegagalan maupun pahitnya keadaan, tidak berputus asa, tidak berburuk sangka, karna setiap kesulitan selalu ada jalan keluar yang menyertainya. Mampu memperbaiki apa yang kurang benar dan mampu meluruskan apa yang bengkok
Berikut sedikit gambaran pembanding antara dua sifat yaitu seorang pemimpin dan seorang manager
kepemimpinan Vs Management
Pemimpin
Manager
  Bekerja menggunakan ketajaman pemikiran dan naluri

  Bekerja menggunakan jabatan dan kewenangan yang dimilikinya

  Memastikan bahwa pencapaian dapat ditingkatkan

  Mengejar target yang dibebankan kepadanya

  Lebih percaya kekuatan tekad

  Lebih mengandalkan sistem

      Tahu bergerak dan kapan harus berhenti

      Follow direction atau tergantung perintah

      Lebih percaya proses

      Mengejar hasil akhir

      Harus mau komunikasi dua arah

      Komunikasi cendrung searah

      Leadership is art

      Management is science and text book


MENENTUKAN GAYA KEPEMIMPINAN
Dalam menerapkan gaya kepemimpinan, kita harus melihat kondisi dan situasinya.
Beberapa parameter untuk menentukan gaya kepemimpinan dalam usaha anda:
Ø  Kenali anak buah anda
Dalam hal ini misalnya apa pendidikannya, usia, latar belakang, strata sosial
Ø  memahami tingkat kinerja anak buah
Ø  Kenali peran anda selama ini
Ø  Tentukan rule of the game
Mengenai aturan yang ada tetapkan sebagai pimpinan, hadiah atau hukuman yang akan di sangsikan.

Jenjang Dalam kemimpinan
  Ego Pribadi [hubungan saya dengan saya pribadi]
  Antar pribadi [hubungan saya dengan orang lain]
  Manejerial [tanggung jawab untuk menyelesaiakn pekerjaan dari orang lain]
  Organisasional [kemampuan menjalankan sebuah system]

Eksekusi Leadership
  1. Merencanakan dan Membangun dedikasi
v  membuat standar kerja dan cara mengontrolnya
v  Menetapkan sasaran yang spesifik
v  Mengatur distribusi kerja
v  Mejelaskan dan memberikan contoh kepada anka buah tentang job desk mereka
v  Menyakinkan mereka bahwa setiap pekerjaan mereka memberi kontribusi
v  Mendorong anak buah untuk meningkatkan standar kerja.

  1. Mengarahkan dan membimbing
v   menerapkan mekanisme komunikasi
v   menciptakan suasana kerja yang kondusif
v   memberikan umpan balik
v  memberikan keputusan yang tegas atas setiap masalah
v   memperhatikan tingkat kedisplinan
v  mendorong anak buah berani mengambil  resiko yang terukur.

33.    Menilai dan menghargai
ü  mendiskusikan setiap tugas dan pencapaian anak buah
ü  Transparan dalam menentukan kriteria penilaian
ü  Mempersilahkan anak buah untuk mengungkapkan pendapatnya dan saran-saran
ü  Prestasi dan penghargaan dikaitkan dengan prestasi dan kinerja bukan fakator pribadi.

  1. Mengembangkan kompentensi dan karakter
ü  Meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan kepada anak buah
ü  Mendorong anak buah menemukan sendiri masalah dan solusinya
ü  Memberi dan menerima saran-saran yang diperlukan
ü  Mengusahakan adanya pelatihan untuk meningkatkan kapasitas anak buah

  1. Menggalang kohesi dan sinergi
*       Mengadakan pertemuan berkala dan rutin
*      menekankan kerjasama bukan persaingan antar anak buah
*      Evaluasi secara terus-menerus dan fair
*      Memastikan anak buah mempunyai pengertian yang jelas tentang hal yang dibicarakan dalam pertemuan
*      Secara berkala ikut terjun dan bekerja bersama tim
  1. Mempunyai jalan lain menuju Roma
*     Menyiapkan alternatif rencana jika suatu rencana gagal atau tidak maksimal
*     Mempunyai rambu-rambu yang jelas kapan harus berbelok atau bahkan berhenti
*     Mampu mengambil hikmah dan pelajaran atas setiap kejadian yang dialami.

Hal-hal yang harus dihindari
  Bersikap reaktif, tidak PD dan menyalahkan orang lain, mencari kambing hitam atas kegagalan yang dialami
  Bekerja tanpa mengacu pada suatu tujuan yang jelas, tidak punya tujuan sehingga sulit menentukan arah dalam melangkah
  Melakukan hal-hal mendesak lebih dahulu, karna pada dasarnya semua pekerjaan adalah prioritas
  Berfikir menang/kalah
  Meminta dipahami terlebih dahulu, mencari cari alasan yang menjadi penyebab dari sebuah kesalahan atau kegagalan
  Bila tidak bisa menang, maka berkompromi
  Takut perubahan dan menolak perbaikan, tidak dinamis dan terbuka, tidak mau memperbaiki diri







No comments:

Post a Comment